Donor darah

Pernah denger istilah donor darah ?
Serasa jadi serem yaw . .?
eitss jngan mikir yang aneh2 dulu plen . .
Cz donor darah tu g seserem keliatannya low . .
malahan banyak manfaatnya . .
salah 1nya adalah kita dapat pahala yang gede bro cz kita udah beramal buat nolong sesama ..
selain itu kita jiga bisa tw jika ada sesuatu yang janggal pada tubuh kita . .
aku udah 2x donor low . .


The Story of Tikus Temple


Long time ago, the farmer in Trowulan village felt very desperate and worried wherever the harvest time.

Arif   : “ Mom, our field will harvest next week. What about we look it ? “
Arista         : “ Ok, of course. But I will prepare foot for lunch “
Arif   : “ Come on mom . . . “

They went to the farmer’s. The paddy which they had planted were eaten by animals. The farmer saw a group of mouse came out from a big hole in a field area.

Arista         : “ Oh my god, look our field ? “
Arif   : “ What happen ? “
Arista         : “ Our paddy is break because many mouse eat all the paddy is ready to harvest. “
Arif   : “ Ok, let’s report to the village chief.

The farmer came to the village chief. They made plan to kill the mouse.

Arif   : “ Mr. Rio . . There are many mouse’s eat all my paddy. I saw a group of mouse came out from a big hole in my field.
Rio    : “ Relax  Mr. Arif, your report is very important for me. Okay, we made the plan to kill all the mouse.”
Arif   : “ I’m agree whit you. “

The next day all villagers and farmers was ready with bamboo stick, crowbar, hoe, and any sharp instruments to kill all the mouse.

Rio    : “ Are you ready to kill the mouse ? “
Farmer : “ Yes sir . . We already !! “
Rio    : “ let’s kill the mouse. “

Then, the farmers and villangers was hand in hand to dig hole deeper and deeper until their hoe struck something hard. It  was brick stones. They didn’t know that there was a kingdom of mouse. They continued to kill the mouse until all of them disappeared from their village.

Arif   : “ Sir, there are kingdom mouse in my field! ”
Rio    : “ Oh, my god, It is construction of tample. “
Arif   : “ Yes sir, this is a tample of mouse. “

Finally they realized that place where the mouse lived was a construction of temple. Since that time people in the village called the tample with “Tikus Tample”.

Ngrengggggg , ,
Erekerekerek. . . 
Brembrembrem . .
Suara kendaraan bermotor sudah taka sing lagi kita dengar . .
Kalian tau gak knapa mesin bisa berjalan .. ?
yang pasti semua itu butuh bahan bakar donk . .

tet api akibat semua itu bahan bakar yang ada di alam semakin menipis . .
trus gimana kita masak kalo gak ada bahan bakar buat api pemanas. . ?
Saya telah menemui suatu cara untuk memasak tanpa menggunakan bahan bakar minyak. .
Mau tau ? mau tau ?
Kita lihat setelah yang lwat ini . .

Tahapan dalam penggunaan bahan bakar alternatif tersebut :

1. Siapkan Serbuk Gergaji Terlebih dahulu.



2. Siapkan pula tungku beserta beberapa kayu.



3. Tuangkan Serbuk gergaji ke dalam tungku sampai penuh.




4. Berikan penahan sebagai pembuat lubang dari kayu, kemudian tekan – tekan dengan tangan.



5. Lepaskan penahan lubang.



6. Bakar sepotong kayu kecil.



7. Masukkankayu tadi kedalam lubang dibawah tungku.



8. Api semakin membesar dan siap digunakan.



9. Tungku siap untuk memasak.



   Memasak menggunakan alat ini dalam sekali pengisian dapat bertahan selama 1,5
jam. Dan dengan 1 karung dapat di habiskan dalam wakt u 1 minggu.

Hemat bukan . . .
hehehe . .

Tips agar pacaran kita bisa awet


Masa muda masa yang berapi api . .
Jadi biasanya pas kita masi muda gini lagi menggebu menggebunya kita buat pacaran . .
Tapi ada sebagian orang yang mudah jenuh ma pasangannya . .
Mereka dalah tipe2 orang yang tidak suka pada seseorang yang biasa2 aja . .
Jadi buat kamu yang orangnya bosenan ato buat kamu biar gak ngebosenin and gak mau ganti2 pacar . .
Aku punya solusi biar pacaran kalian bias langgeng and awet . .

1.       Jangan backstreet, tapi kalo gak memungkinkan salah satu pihak aja udah cukup.
2.       Selalu buat sesuatu yang baru.
3.       Jangan terlalu mudah cemburu ma pasangan, buat biar pacar selalu jujur.
4.        Beri waktu buat pasangan buat menjalani hidupnya, jngan di kekang kayak kuda.
5.       Jangan lupa ajak dia ke mana geto, pokoknya tempat yang berkesan,tu buat kita jaga komunikasi ma si dia.
6.       Hadiah itu gak penting, yang penting kamu selalu buat hal surprise buat dia.
7.       Jangan segan minta maaf, serta mudahlah memaafkan.
8.       Jangan membesarkan masalah sepele, jaga emosi.
9.       Kenal orang lain gak masalah, tapi perlu di inget bahwa ada dia di sana yang selalu ngangeni kamu.
10.  Yang terakir tetep jadi orang yang lucu dan selalu buat pasangan ketawa..

Terima kasih . .
Mungkin itu tadi yang aku lakuin buat jaga hubungan aku agar tetap awet . .
Semoga bermanfaat . . 

Orb


Kata orang Orb itu energy negative yang melayang dan tersebar di alam ..
Tapi ada jiga yang bilang kalo orbs itua dalah penambakan yang belum terwujud . .
Ihhhhh ngeri  dunk . .
Tapi waktu itu saat aku berburu orbs . .
Gak nakutin ma sekali . .
Asyik malahan . .
Ini adalah gambar2 orbs yang aku dapetin . .


Klik gambar untuk meperbesar. .

Permainan Baru


Hay gays, kalian pasti tau permainan yang satu ini . .
Seperti yang tampak di gambar ini memang nampak seperti permainan karambol . .
Tapi ini lain jekk . .
Sekarang udah ada inovasi baru buat permainan ini yaitu . .
Kita selingi permainan ini dengan kartu remi . .
Kalian tau kartu remi kan , , ?
Klo g tau berarti kalian NDESO . .
Mau tau g gimana cara mainnya . . ?
Begini :
1. siapkan seperangkat karambol beserta seperangkat kartu remi . .
2. cari lawan main terdekat,, siapa aja boleh, sepupu kek, kalo perlu ibunya juga ajak . .
3. kocok kartu . .
4.bagikan 3-3, ato 4-4,terserah pokoknya . .
5. lihat kartu yang kamu dapat . .
6. cocokkan angka dan juga warna kartu yang kalian pegang dngan pion karambol yang ada di atas papan . .
7. tuju/masukkan hanya pion yang sama warna dan angkanya dengan kartu yang kalian pegang . .
8. jika masuk taruh kartudi atas pion itu, otomatis kartu berkurang 1 . .
9. ulangi sampai kartu di tangan habis. .
10. yang habis duluan berarti dia lah the winner . .
Pasti bakalan asyik . .
soalnya di jalanin rame2 . .

Asal Usul Nama Indonesia


Pada zaman purba, kepulauan tanah air disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan tanah air dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa Indoa menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.
Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatera. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil “Jawa” oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Dalam bahasa Arab juga dikenal Samathrah (Sumatra), Sholibis (Sulawesi), Sundah (Sunda), semua pulau itu dikenal sebagai kulluh Jawi (semuanya Jawa).
Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah “Hindia“. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. Sedangkan tanah air memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel Indien) atau “Hindia Timur” (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l’Archipel Malais).
Pada jaman penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur).
Eduard Douwes Dekker ( 1820 – 1887 ), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga “Kepulauan Hindia” ( Bahasa Latin insula berarti pulau). Nama Insulinde ini kurang populer.
Nusantara
Pada tahun 1920, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker ( 1879 – 1950), yang dikenal sebagai Dr. Setiabudi (cucu dari adik Multatuli), memperkenalkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata “India”. Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh JLA. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.
Pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit, Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam Bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Sumpah Palapa dari Gajah Mada tertulis “Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa” (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat).
Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu “nusa di antara dua benua dan dua samudra”, sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.
Sampai hari ini istilah nusantara tetap dipakai untuk menyebutkan wilayah tanah air dari Sabang sampai Merauke.
Indonesia
Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan ( 1819 – 1869 ), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Ingris, George Samuel Windsor Earl ( 1813 – 1865 ), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.
Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:
“… the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians“.
Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon ( Srilanka ) dan Maladewa. Earl berpendapat juga bahwa nahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.
Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah “Indian Archipelago” terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.
Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan:
“Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago“.
Ketika mengusulkan nama “Indonesia” agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.
Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826 – 1905 ) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah “Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan.
Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat ( Ki Hajar Dewantara ). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.
Nama indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh Prof. Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan indonesiƫr (orang Indonesia).
Identitas Politik
Pada dasawarsa 1920-an, nama “Indonesia” yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama “Indonesia” akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.
Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.
Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya,:
“Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut “Hindia Belanda”. Juga tidak “Hindia” saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.”
Di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924). Pada tahun 1925, Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama “Indonesia”. Akhirnya nama “Indonesia” dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.
Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; parlemen Hindia Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Hindia Belanda agar nama “Indonesia” diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch-Indie”. Tetapi Belanda menolak mosi ini.
Dengan jatuhnya tanah air ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama “Hindia Belanda”. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, lahirlah Republik Indonesia.
sumber:
http//id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_nama_Indonesia#Nama_Indonesia
http://www.forumsains.com/sastra-dan-budaya/asal-usul-nama-indonesia
http://batarahutagalung.blogspot.com/2006/03/asal-usul-kata-indonesia.html
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0804/16/0802.htm