Pastinya nama tempat wisata ini masih asing di telinga kawan
– kawan semua. Yupp taman rekreasi edukasi dari jawa timur park grup yang masih
baru buka tepatnya tanggal 9 Maret 2014 lalu.
Tampilkan postingan dengan label Referensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Referensi. Tampilkan semua postingan
Tanjung Papuma (Surga di Balik Bukit)
Diposting oleh
R.M.P.H
di
22.47
Papuma, pernah dengar gak istilah satu itu? itu adalah akronim dari "Pasir Putih Malikan" yang kemudian disingkat menjadi PaPuMa.
Wisata Mojokerto
Diposting oleh
R.M.P.H
di
18.09
Wisata Religius Makam Troloyo
Dari puluhan situs yang ada di Kab. Mojokerto, ada situs yang dari tahun ke tahun semakin ramai dikunjungi peziarah, yakni Makam Troloyo. Situs ini letaknya di kompleks pemakaman Islam zaman kerajaan Mojopahit di Desa Sentonorejo Kecamatan Trowulan Kab. Mojokerto.
Obyek utamanya adalah Makam Sayyid Muhammad Jumadil Qubro (Syech Jumadil Kubro). Syech Jumadil Kubro adalah kakek dari Sunan Ampel. Beliau adalah ulama dari Persia yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Makamnya pertama kali diberi cungkup oleh tokoh masyarakat setempat bernama KH Nawawi pada tahun 1940.

Reco Lanang
adalah Arca yang terbuat dari batu andesip dengan ukuran tinggi 5,7 meter ini merupakan gambaran dari perwujudan salah satu Dhani Budha yang disebut Aksobnya yang menguasai arah mata angin sebelah timur. Agama Budha Mahayana mengenal adanya beberapa bentuk kebudhaan yaitu Dhyani Bodhisatwa dan manusi Budhi. Dhyani Budha digambarkan dalam perwujudan Budha yang selalu bertafakur dan berada di langit.
Dengan kekuatannya ia memancarkan seorang manusi Budha yang bertugas mengajarkan dharma di dunia. Tugas manusi budha berakhir setelah wafat dan kembali ke Nirwana. Demi kelangsungan ajaran dharma, Dhyani Budha memancarkan dirinya lagi ke dunia yaitu ke Dhyani Boddhisatwa. Setiap jaman mempunyai rangkaian Dhyani Budha, Boddhisatwa dan Manusi Budha.
Di wilayah Trowulan sekarang sudah banyak pemahat-pemahat yang membuat arca seperti peninggalan kerajaan Majapahit,sehingga tidak sedikit orang dari luar daerah bahkan luar negeri yang memesan patung-patung seperti patung peninggalan dari kerajaan Majapahit.

Pendopo Agung
Mojokerto adalah sebuah bangunan khusus khas nuansa Mojopahit dan sering difungsikan sebagai tempat pertunjukan kesenian, studi tour, lomba, tempat pertemuan dengan suasana yang teduh dan nyaman juga sebagai tempat untuk istirahat/rekreasi. Lokasinya berada di Desa Temon, Kecamatan Trowulan. Tempat tersebut diyakini sebagai pusat kerajaan Majapahit.
Bagian bangunan asli yang masih tersisa dari Pendopo Agung hanya 26 buah umpak (batu penyangga tiang) saja, sedangkan bangunan Pendopo Agung yang sekarang berdiri merupakan bangunan baru. Di pendopo ini pula, diyakini Mahapatih Gajah Mada dahulu mengikrarkan Sumpah Palapa (Palapa kemudian dipakai sebagai nama satelit komunikasi pertama yang ‘menyatukan’ komunikasi di seluruh Indonesia). Di depan Pendopo Agung, di sebelah kiri, terdapat patung sang Mahapatih, dan di depan pendopo terdapat patung Raden Wijaya.

Tradisi Grebeg Suro Majapahit
adalah tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Suro kalender Saka. Tradisi ini di pelopori oleh Yayasan Among Tani. Rangkaian kegiatannya antara lain : Ziarah ke makam leluhur dan pahlawan, pentas kesenian dan makanan rakyat, grebeg suro (arak-arakan dengan kostum era kejayaan Majapahit dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Tradisi Grebeg Suro secara keseluruhan dimaksudkan sebagai bagian dari ruwat agung (permohonan keselamatan dan kesejahteraan) bagi bumi nusantara.
Seni Bantengan
Kesenian rakyat Bantengan berasal dari Kecamatan Pacet tepatnya di desa Made yang dahulunya merupakan desa yang berdekatan dengan lereng Gunung Welirang. Konon kawasan hutan tersebut banyak hidup bermacam-macam hewan liar termasuk diantaranya Banteng yang saat ini sudah punah. Pada saat itu, seorang penduduk desa Made yang bernama Paimin tengah memasuki hutan dan mendapatkan seonggok kerangka Banteng yang masih lengkap. Kerangka Banteng itu dengan susah payah dibawah pulang dan dibersihkan kemudian ditempatkan di salah satu tempat rumahnya.
Dari kejadian itu Paimin mendapat inspirasi untuk mengenang satwa Banteng dengan sebuah atraksi Atraksi itu dimainkan dua orang, 1 orang didepan memainkan kepala dan sekaligus sebagai kaki depan dan 1orang dibelakang sebagai pinggul sekaligus sebagai kaki belakang. Antraksi gerakannya menggambarkan, gerakan - gerakan dan sikap banteng sewaktu sedang berkelahi. Untuk menyemarakkan atraksi itu dilengkapi dengan musik terbang dan jidor. Dalam atraksi ditampilkan banteng sedang berlaga dengan satwa lain seperti harimau, kera dab burung bahkan mulai dikembangkan dengan kesenian pencak silat dan barongsai. Begitulah cerita singkat seni Bantengan!

Sumber lihat disini
Dari puluhan situs yang ada di Kab. Mojokerto, ada situs yang dari tahun ke tahun semakin ramai dikunjungi peziarah, yakni Makam Troloyo. Situs ini letaknya di kompleks pemakaman Islam zaman kerajaan Mojopahit di Desa Sentonorejo Kecamatan Trowulan Kab. Mojokerto.
Obyek utamanya adalah Makam Sayyid Muhammad Jumadil Qubro (Syech Jumadil Kubro). Syech Jumadil Kubro adalah kakek dari Sunan Ampel. Beliau adalah ulama dari Persia yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Makamnya pertama kali diberi cungkup oleh tokoh masyarakat setempat bernama KH Nawawi pada tahun 1940.
Di kompleks makam troloyo
terdapat dua kelompok makam, yaitu kelompok makam bagian depan, terdiri
dari makam Wali Songo dan Kelompok Makam Syech Jumadi Kubro. Kelompok
makam inilah yang paling banyak dikunjungi peziarah. Dan kelompok makam
bagian belakang terdiri dari dua cungkup, yaitu cungkup pertama makam
Raden Ayu Anjasmara dan makam Raden sering disebut sebagai kubur pitu.
Para peziarah itu datang dari dalam da luar Mojokerto, serta ada pula yang datang dari luar Jawa. Peziarah datang ke makam itu berbagai tujuan. Ada yang datang ingin tahu keberadaan Makam Troloyo, ada pula yang datang untuk memberikan doa kepada leluhur Walisongo dengan membacakan ayat-ayat suci Al Quran. Ada pula pezirah yang datang untuk mendapat ilmu relijius dari para leluhur yang berada di makam itu.
Kahumas Pemkab Mojokerto Dra Hj Alfiah Ernawati MM di kantornya mengatakan, Makam Troloyo memang menjadi andalan Kab. Mojokerto sebagai wisata relijius. Semakin tahun jumlah peziarah yang datang ke lokasi itu semakin banyak. Untuk memberikan kenyamanan pada peziarah, Pemkab Mojokerto dan Pemprop Jatim merenovasi komplek makam dan tempat parkir yang ada di kawasan itu.
Menata stan PKL juga telah dilakukan oleh Pemkab Mojokerto, sehingga kondisi itu bisa membuat para peziarah di komplek makam itu terasa nyaman, dan aman. Sehingga peziarah bisa menjalankan ritual religiusnya dengan khusuk.
Pemkab berharap dengan terciptanya kawasan yang nyaman ini nantinya bisa semakin meningkatkan kunjungan wisata di Makam Troloyo terus berlanjut. “Dengan kondisi yang kondusif, nyaman tentu wisatawan akan tertarik kembali mengunjungi Makam Troloyo di lain hari nanti,” katanya.
Para peziarah itu datang dari dalam da luar Mojokerto, serta ada pula yang datang dari luar Jawa. Peziarah datang ke makam itu berbagai tujuan. Ada yang datang ingin tahu keberadaan Makam Troloyo, ada pula yang datang untuk memberikan doa kepada leluhur Walisongo dengan membacakan ayat-ayat suci Al Quran. Ada pula pezirah yang datang untuk mendapat ilmu relijius dari para leluhur yang berada di makam itu.
Kahumas Pemkab Mojokerto Dra Hj Alfiah Ernawati MM di kantornya mengatakan, Makam Troloyo memang menjadi andalan Kab. Mojokerto sebagai wisata relijius. Semakin tahun jumlah peziarah yang datang ke lokasi itu semakin banyak. Untuk memberikan kenyamanan pada peziarah, Pemkab Mojokerto dan Pemprop Jatim merenovasi komplek makam dan tempat parkir yang ada di kawasan itu.
Menata stan PKL juga telah dilakukan oleh Pemkab Mojokerto, sehingga kondisi itu bisa membuat para peziarah di komplek makam itu terasa nyaman, dan aman. Sehingga peziarah bisa menjalankan ritual religiusnya dengan khusuk.
Pemkab berharap dengan terciptanya kawasan yang nyaman ini nantinya bisa semakin meningkatkan kunjungan wisata di Makam Troloyo terus berlanjut. “Dengan kondisi yang kondusif, nyaman tentu wisatawan akan tertarik kembali mengunjungi Makam Troloyo di lain hari nanti,” katanya.

Reco Lanang
adalah Arca yang terbuat dari batu andesip dengan ukuran tinggi 5,7 meter ini merupakan gambaran dari perwujudan salah satu Dhani Budha yang disebut Aksobnya yang menguasai arah mata angin sebelah timur. Agama Budha Mahayana mengenal adanya beberapa bentuk kebudhaan yaitu Dhyani Bodhisatwa dan manusi Budhi. Dhyani Budha digambarkan dalam perwujudan Budha yang selalu bertafakur dan berada di langit.
Dengan kekuatannya ia memancarkan seorang manusi Budha yang bertugas mengajarkan dharma di dunia. Tugas manusi budha berakhir setelah wafat dan kembali ke Nirwana. Demi kelangsungan ajaran dharma, Dhyani Budha memancarkan dirinya lagi ke dunia yaitu ke Dhyani Boddhisatwa. Setiap jaman mempunyai rangkaian Dhyani Budha, Boddhisatwa dan Manusi Budha.
Di wilayah Trowulan sekarang sudah banyak pemahat-pemahat yang membuat arca seperti peninggalan kerajaan Majapahit,sehingga tidak sedikit orang dari luar daerah bahkan luar negeri yang memesan patung-patung seperti patung peninggalan dari kerajaan Majapahit.

Pendopo Agung
Mojokerto adalah sebuah bangunan khusus khas nuansa Mojopahit dan sering difungsikan sebagai tempat pertunjukan kesenian, studi tour, lomba, tempat pertemuan dengan suasana yang teduh dan nyaman juga sebagai tempat untuk istirahat/rekreasi. Lokasinya berada di Desa Temon, Kecamatan Trowulan. Tempat tersebut diyakini sebagai pusat kerajaan Majapahit.
Bagian bangunan asli yang masih tersisa dari Pendopo Agung hanya 26 buah umpak (batu penyangga tiang) saja, sedangkan bangunan Pendopo Agung yang sekarang berdiri merupakan bangunan baru. Di pendopo ini pula, diyakini Mahapatih Gajah Mada dahulu mengikrarkan Sumpah Palapa (Palapa kemudian dipakai sebagai nama satelit komunikasi pertama yang ‘menyatukan’ komunikasi di seluruh Indonesia). Di depan Pendopo Agung, di sebelah kiri, terdapat patung sang Mahapatih, dan di depan pendopo terdapat patung Raden Wijaya.

Tradisi Grebeg Suro Majapahit
adalah tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Suro kalender Saka. Tradisi ini di pelopori oleh Yayasan Among Tani. Rangkaian kegiatannya antara lain : Ziarah ke makam leluhur dan pahlawan, pentas kesenian dan makanan rakyat, grebeg suro (arak-arakan dengan kostum era kejayaan Majapahit dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Tradisi Grebeg Suro secara keseluruhan dimaksudkan sebagai bagian dari ruwat agung (permohonan keselamatan dan kesejahteraan) bagi bumi nusantara.
Seni Bantengan
Kesenian rakyat Bantengan berasal dari Kecamatan Pacet tepatnya di desa Made yang dahulunya merupakan desa yang berdekatan dengan lereng Gunung Welirang. Konon kawasan hutan tersebut banyak hidup bermacam-macam hewan liar termasuk diantaranya Banteng yang saat ini sudah punah. Pada saat itu, seorang penduduk desa Made yang bernama Paimin tengah memasuki hutan dan mendapatkan seonggok kerangka Banteng yang masih lengkap. Kerangka Banteng itu dengan susah payah dibawah pulang dan dibersihkan kemudian ditempatkan di salah satu tempat rumahnya.
Dari kejadian itu Paimin mendapat inspirasi untuk mengenang satwa Banteng dengan sebuah atraksi Atraksi itu dimainkan dua orang, 1 orang didepan memainkan kepala dan sekaligus sebagai kaki depan dan 1orang dibelakang sebagai pinggul sekaligus sebagai kaki belakang. Antraksi gerakannya menggambarkan, gerakan - gerakan dan sikap banteng sewaktu sedang berkelahi. Untuk menyemarakkan atraksi itu dilengkapi dengan musik terbang dan jidor. Dalam atraksi ditampilkan banteng sedang berlaga dengan satwa lain seperti harimau, kera dab burung bahkan mulai dikembangkan dengan kesenian pencak silat dan barongsai. Begitulah cerita singkat seni Bantengan!

Sumber lihat disini
Pantai BaleKambang
Diposting oleh
R.M.P.H
di
11.35
Assalamualaikum semua ..
Lama tak menulis artikel di blog ini. kasian juga sih gak keurus.
Ya langsung aja ya . .
Tak usah bertele tele. Jika aku harus menjelaskan lagi bagaimana pantai BaleKambang itu. Tentunya udah banyak blog ataupun web site yang menjelaskan dimana dan bagaimana pantai BaleKambang itu. Jadi lebih jelasnya liat di sini aja BaleKambang. Aku sih nulis ini cuma mau pamer pengalamanku berkunjung ke sana bersama pacarku tersayang. Ya ber 2 saja. Meskipun harus menempuh jarak yang jauh dan 10 jam di jalanan hanya untuk menikmati indahnya pantai BaleKambang yang sudah banyak di bicarakan orang. Bermodalkan motor Honda Beat, sebuah smartphone, sebuah tablet, jas ujan dan juga sebotol proman yang kami beli di perjalanan. Tanpa lelah aku memacu motor ke daerah malang selatan.
25 januari 2013. Dengan bimbingan dari google map di tablet kami menyusuri jalan dari Mojokerto - Pasuruan - Malang Kota - Malang selatan. Itu pun kami harus melompati gunung dulu sebelum sampai di daerah pantai serta masuk ke jalanan desa yang sempit dan ada yang sedikit rusak. Rekor terbaru bagi kami 10 jam di jalan dalam sehari. Perjalanan berangkat dari jam 5.30 - 10.30. Dan perjalanan pulang 11.30 - 5.30 yah lebih lama 2 jam karena kami pulangnya memilih lewat batu. Hehehe biar dingin deh hawanya kan romantis . .
Bagaimana langsung saja kita lihat foto foto milik kami . .
Lama tak menulis artikel di blog ini. kasian juga sih gak keurus.
Ya langsung aja ya . .
Tak usah bertele tele. Jika aku harus menjelaskan lagi bagaimana pantai BaleKambang itu. Tentunya udah banyak blog ataupun web site yang menjelaskan dimana dan bagaimana pantai BaleKambang itu. Jadi lebih jelasnya liat di sini aja BaleKambang. Aku sih nulis ini cuma mau pamer pengalamanku berkunjung ke sana bersama pacarku tersayang. Ya ber 2 saja. Meskipun harus menempuh jarak yang jauh dan 10 jam di jalanan hanya untuk menikmati indahnya pantai BaleKambang yang sudah banyak di bicarakan orang. Bermodalkan motor Honda Beat, sebuah smartphone, sebuah tablet, jas ujan dan juga sebotol proman yang kami beli di perjalanan. Tanpa lelah aku memacu motor ke daerah malang selatan.
25 januari 2013. Dengan bimbingan dari google map di tablet kami menyusuri jalan dari Mojokerto - Pasuruan - Malang Kota - Malang selatan. Itu pun kami harus melompati gunung dulu sebelum sampai di daerah pantai serta masuk ke jalanan desa yang sempit dan ada yang sedikit rusak. Rekor terbaru bagi kami 10 jam di jalan dalam sehari. Perjalanan berangkat dari jam 5.30 - 10.30. Dan perjalanan pulang 11.30 - 5.30 yah lebih lama 2 jam karena kami pulangnya memilih lewat batu. Hehehe biar dingin deh hawanya kan romantis . .
Bagaimana langsung saja kita lihat foto foto milik kami . .
Persiapan sebelum berangkat
Melintasi pegunungan dahulu
Tebing yang curam
Jalanan yang relatif sepi
Dateng dateng langsung pose
Jepretanku yang indah
Alay dikit gak apa apa lha
Nih foto di fotoin orang loh
Ini juga
Kalo yang ini kameranya di taro pager
Ih..pak ikutan aja ada orang foto
Yah ini yang terakhir
Sekian dulu ceritakali ini.
Nantikan kisah kami selanjutnya ...
Nantikan kisah kami selanjutnya ...
SITUS KARANGKAMULYAN
Diposting oleh
R.M.P.H
di
09.32
Situs
Karangkamulyan adalah sebuah situs purbakala bersejarah dan situs arkeologi yang terletak di Desa Karangkamulyan, Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia.
Situs ini merupakan peninggalan dari zaman Kerajaan
Galuh yang bercorak Hindu-Buddha.
Legenda situs Karangkamulyan
Legenda
situs Karangkamulyan berkisah tentang Ciung Wanara yang berhubungan dengan Kerajaan
Galuh. Cerita ini banyak dibumbui dengan kisah kepahlawanan yang luar biasa seperti kesaktiandan keperkasaan yang tidak dimiliki oleh orang biasa
namun dimiliki oleh Ciung Wanara.
Kisah
Ciung Wanara merupakan cerita tentang Kerajaan Galuh (zaman sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit dan Pajajaran).
Tersebutlah raja Galuh saat itu Prabu Adimulya
Sanghyang Cipta Permana Di Kusumah dengan
dua permaisuri, yaitu Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep. Mendekati
tibanya ajal, sang Prabu mengasingkan diri dan kekuasaan diserahkan kepada Patih Bondan Sarati karena Sang Prabu belum mempunyai anak
dari permaisuri pertama (Dewi Naganingrum). Singkat cerita, dalam memerintah
Raja Bondan hanya mementingkan diri sendiri, sehingga atas kuasaTuhan Dewi Naganingrum dianugerahi seorang
putera, yaitu Ciung Wanara yang kelak akan menjadi penerus resmi
kerajaan Galuh yang adil dan bijaksana.
Struktur lokasi
Kawasan yang
luasnya kurang lebih 25 Ha ini menyimpan berbagai benda-benda
yang diduga mengandung sejarah tentang Kerajaan Galuh yang sebagian
besar berbentuk batu. Batu-batu ini letaknya tidaklah berdekatan tetapi
menyebar dengan bentuknya yang berbeda-beda. Batu-batu ini berada di dalam
sebuah bangunan yang strukturnya terbuat dari
tumpukan
batu yang bentuknya hampir sama. Struktur bangunan ini memiliki sebuah pintu
sehingga menyerupai sebuah kamar.
Batu-batu
yang ada di dalam struktur bangunan ini memiliki nama dan menyimpan kisahnya
sendiri, begitu pula di beberapa lokasi lain yang berada di luar struktur batu.
Masing-masing nama tersebut merupakan pemberian dari masyarakat yang
dihubungkan dengan kisah atau mitos tentang kerajaan Galuh seperti ; pangcalikan atau tempat duduk, lambang peribadatan, tempat melahirkan,
tempat sabung
ayam dan Cikahuripan.
Situs
Karangkamulyan terletak di daerah berhawa sejuk dan telah dilengkapi dengan
areal parkir yang luas dengan pohon-pohon besar.
Setelah
gerbang utama, situs pertama yang akan dilewati adalahPelinggih (Pangcalikan). Pelinggih merupakan
sebuah batu bertingkat-tingkat berwarna putih serta berbentuk segi empat, termasuk ke dalam
golongan Yoni (tempat pemujaan) yang letaknya
terbalik, digunakan untuk altar. Di bawah Yoni
tersebut terdapat beberapa buah batu kecil yang seolah-olah sebagai penyangga,
sehingga memberi kesan seperti sebuah dolmen (kubur batu). Letaknya berada dalam
sebuah struktur tembok yang lebarnya 17,5 x 5 meter.
Sanghyang Bedil
Tempat
yang disebut "Sanghyang Bedil" merupakan suatu ruangan yang
dikelilingi tembok berukuran 6.20 x 6 meter. Tinggi
tembok kurang lebih 80 cm. Pintu menghadap ke arah
utara, di depan pintu masuk terdapat struktur batu yang berfungsi sebagai sekat (schutsel). Di dalam ruangan
ini terdapat dua buah menhir yang terletak di atas tanah, masing-masing
berukuran 60 x 40 cm dan 20 x 8 cm.
Bentuknya
memperlihatkan tradisi megalitik.
Menurut masyarakat sekitar, "Sanghyang Bedil" dapat dijadikan
pertanda datangnya suatu kejadian, terutama apabila di tempat itu berbunyi
suatu letusan, namun sekarang pertanda itu sudah tidak ada lagi.
Penyabungan Ayam
Tempat
ini terletak di sebelah selatan dari lokasi "Sanghyang Bedil",
kira-kira 5 meter jaraknya, dari pintu masuk yakni berupa ruang terbuka yang
letaknya lebih rendah. Masyarakat sekitar situs menganggap tempat ini
merupakan tempat sabung ayam Ciung Wanara dan ayam raja. Di samping itu
merupakan tempat khusus untuk memlih raja yang dilakukan dengan sistem demokrasi
Lambang Peribadatan
Batu
yang disebut sebagai "Lambang Peribadatan" merupakan sebagian
dari kemuncak, tetapi ada juga yang
menyebutnya sebagai fragmen candi, masyarakat menyebutnya sebagai stupa. Bentuknya
indah dihiasi oleh pahatan-pahatan
sederhana yang merupakan peninggalan Hindu. Letak batu ini
berada di dalam struktur tembok yang berukuran 3 x 3 m, tinggi 60 cm. Batu
kemuncak ini ditemukan 50 m ke arah timur dari lokasi sekarang. Di tempat ini
terdapat dua unsur budaya yang berlainan yaitu adanya kemuncak dan struktur
tembok. Struktur tembok yang tersusun rapi menunjukkan lapisan budaya
megalitik, sedangkan kemuncak merupakan peninggalan agama Hindu.
Panyandaran
Terdiri
atas sebuah menhir dan dolmen, letaknya
dikelilingi oleh batu bersusun yang merupakan struktur tembok. Menhir berukuran
tinggi 120 cm, lebar 70 cm, sedangkan dolmen berukuran 120 x 32 cm. Menurut
cerita, tempat ini merupakan tempat kelahiran Ciung Wanara. Di tempat itulah
Ciung Wanara dilahirkan oleh Dewi Naganingrum yang kemudian bayi itu dibuang
dan dihanyutkan ke sungai Citanduy. Setelah melahirkan Dewi Naganingrum
bersandar di tempat itu selama empat puluh hari dengan maksud untuk memulihkan
kesehatannya setelah melahirkan.
Cikahuripan
Di
lokasi "Cikahuripan" tidak terdapat tanda-tanda adanya
peninggalan arkeologis. Tetapi merupakan
sebuah sumur yang letaknya dekat dengan pertemuan
antara dua sungai, yaitu sungai Citanduy dan sungai Cimuntur. Sumur ini disebut
"Cikahuripan" karena dianggap berisi air kehidupan (dimana air
dipercaya sebagai lambang kehidupan). Sumur ini merupakan sumur abadi karena
airnya tidak pernah kering sepanjang tahun.
Makam Adipati Panaekan
Di
lokasi Makam Adipati Panaekan ini tidak terdapat tanda-tanda adanya
peninggalan arkeologis. Tetapi merupakan batu yang berbentuk lingkaran bersusun tiga, yakni merupakan
susunan batu kali. Dipati Panaekan
adalah raja Galuh Gara Tengah yang berpusat di Cineam dan mendapat gelar Adipati dari Sultan
Agung Raja Mataram.
Penyelidikan situs
Menurut
penyelidikan tim arkeologi dari Balar yang dipimpin oleh Dr Tony Jubiantoro pada tahun 1997, situs
Karangkamulyan merupakan peninggalan Kerajaan Galuh yang pertama. Bahwasanya di
tempat ini pernah ada kehidupan mulai abad ke 9 disimpulkan karena dalam penggalian telah ditemukan keramik dari zaman Dinasti
Ming. Situs ini terletak di antara kota Ciamis dan kota Banjar, jaraknya
sekitar 17 km ke arah timur dari kota Ciamis atau dapat ditempuh
dengan kendaraan sekitar 30 menit.
Situs
ini juga dapat dikatakan sebagai situs yang sangat strategis karena berbatasan
dengan pertemuan dua sungai yakni Sungai Citanduy dan Cimuntur, dengan batas sebelah utara adalah jalan rayaCiamis-Banjar,
sebelah selatan sungai Citanduy, sebelah barat merupakan sebuah parit yang lebarnya sekitar 7 meter membentuk tanggul kuno, dan batas sebelah timur adalah sungai Cimuntur.
Karena
merupakan peninggalan sejarah yang sangat berharga, akhirnya kawasan ini
ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya oleh Pemerintah Indonesia.
Sebagai obyek wisata
Walaupun
tidak ditetapkan sebagai obyek wisata, situs ini terbuka untuk pengunjung umum.
Di samping mengelilingi situs, para pengunjung situs dapat menemui puluhan warung makan dengan menu khas lokasi
tersebut, yaitu pepes ayam, pepes ikan mas dan buah kelapa.
Pantai Delegan
Diposting oleh
R.M.P.H
di
09.34
Setelah sekian lama ku anggurin nih gua punya blog, akhirnya hasrat menulis sebuah hal yang berguna muncul dalam benakku. Bukan hanya curhatan gak mutu yang hanya bisa buat tidur orang2 yang buka blog gua. Tapi gua juga pengen memberi manfaat dari blog gua ini.
Kali ini gua akan memberikan sebuah referensi tempat liburan yang cocok bagi para muda mudi maupun keluarga. Yak... ini adalah Wisata Segoro Indah Delegan, atau lebih umum di sebut WISID. Namanya juga segoro yang pasti isinya pantai dung. Pantai yang terletak di kecamatan Panceng Gresik ini memiliki sejuta pesona wisata. Baik dari segi panorama maupun segi suasana. Kalo di simpulin sih jawabannya bagus pokoknya.
Pantai yang bersih serta fasilitas yang sudah mendukung menambah nilai plus untuk pantai ini. Sebaiknya bagi para muda mudi jika ingin memadu kasih di tempat yang so sweet ya di sini, tapi jangan pas hari libur ya.. soalnya bakal rame buanget. Kalau gak hari libur sih bisa kayak gini . .
Tapi kalau lagi hari libur atau hari besar gak bakalan dapet deh suanana lengang dan romantis. Adanya malah kayak gini, bejubel, penuh sesak..
Kali ini gua akan memberikan sebuah referensi tempat liburan yang cocok bagi para muda mudi maupun keluarga. Yak... ini adalah Wisata Segoro Indah Delegan, atau lebih umum di sebut WISID. Namanya juga segoro yang pasti isinya pantai dung. Pantai yang terletak di kecamatan Panceng Gresik ini memiliki sejuta pesona wisata. Baik dari segi panorama maupun segi suasana. Kalo di simpulin sih jawabannya bagus pokoknya.
Pantai yang bersih serta fasilitas yang sudah mendukung menambah nilai plus untuk pantai ini. Sebaiknya bagi para muda mudi jika ingin memadu kasih di tempat yang so sweet ya di sini, tapi jangan pas hari libur ya.. soalnya bakal rame buanget. Kalau gak hari libur sih bisa kayak gini . .
Atau
Tapi gak usah kecewa begitu. Masih banyak kegembiraan yang bisa kalian raih di sana. Kalian masih bisa berenang dan menyewa ban atau perahu.
Atau bermain KaNo . .
Bahkan flying fox . .
Baiklah kalau begitu, selamat mencoba dan menikmati wisata kalian. Thanks . .
Telaga Selorejo
Diposting oleh
R.M.P.H
di
04.31
Wahh akhirnya sekulah aku libur, meskipun hanya 2 hari
(termasuk hari minggu kemaren). Semua itu berkat para adik yang sedang
melakukan tes penyaringan aksel di sekulahku. Sejak jauh jauh hari
sebelum hari H yang aku dan kekasihku tercinta telah susun dengan agak
matang. Makhlumlah masih amatiran sebagai seorang traveler.
Hari H pun tiba, sejak pagi aku sudah bersiap untuk bertemu pacarku dan segera mengajaknya untuk menghabiskan hari libur ini hanya denganya seorang. Tempat yang menjadi lokasi untukku dan kekasihku memadu kasih adalah Telaga Selorejo. Telaga yang berada di kabupaten Malang ini cukup menarik perhatian kami. Setelah jam pukul 8 kami segera memacu kendaraan untuk segera menuju lokasi dengan berbekal Nekat serta sebuah JPS kami menyusuri jalanan kecil lewat daerah pacet, mojokerto.
Cuaca cukup cerah saat itu, dengan sedikit candaan yang selalu menghiasi setiap mil jarak yang kami tempuh. Aku tetap semangat memacu motor kecil ini. Sekitar 2 jam kami sampai di alun alun kota BATU. Sekedar meregangkan otot dan untuk membeli sebungkus es degan. Kami melanjutkan perjalanan ke arah jalan Malang-Kediri. 1 jam kemudian ada penanda jalan yang menunjukkan bahwa kami sampai di lokasi.
Keadaan di lokasi Telaga Selorejo saat itu tidak begitu ramai. Kami turun dan menuju ke telaga, belum sampai telaga seorang penunggang perahu menawariku untuk ikut dalam tour perjalanan perahunya. Aku menawari pacarku dan ia setuju saja. Berkeliling danau ber2 dengan pasangan memang suatu hal yang menyenangkan. 1 jam berkeliling perjalanan kami habis niatku intuk melewati jembatan gantung juga surna karena jembatanya sudah lapuk dimakan usia.
Petualangan kami di Telaga Selorejo kami akhiri dengan mampir ke sebuah warung dan membeli beberapa makanan. Yang pastinya masih berasal dari danau tersebut.
Hari H pun tiba, sejak pagi aku sudah bersiap untuk bertemu pacarku dan segera mengajaknya untuk menghabiskan hari libur ini hanya denganya seorang. Tempat yang menjadi lokasi untukku dan kekasihku memadu kasih adalah Telaga Selorejo. Telaga yang berada di kabupaten Malang ini cukup menarik perhatian kami. Setelah jam pukul 8 kami segera memacu kendaraan untuk segera menuju lokasi dengan berbekal Nekat serta sebuah JPS kami menyusuri jalanan kecil lewat daerah pacet, mojokerto.
Cuaca cukup cerah saat itu, dengan sedikit candaan yang selalu menghiasi setiap mil jarak yang kami tempuh. Aku tetap semangat memacu motor kecil ini. Sekitar 2 jam kami sampai di alun alun kota BATU. Sekedar meregangkan otot dan untuk membeli sebungkus es degan. Kami melanjutkan perjalanan ke arah jalan Malang-Kediri. 1 jam kemudian ada penanda jalan yang menunjukkan bahwa kami sampai di lokasi.
Keadaan di lokasi Telaga Selorejo saat itu tidak begitu ramai. Kami turun dan menuju ke telaga, belum sampai telaga seorang penunggang perahu menawariku untuk ikut dalam tour perjalanan perahunya. Aku menawari pacarku dan ia setuju saja. Berkeliling danau ber2 dengan pasangan memang suatu hal yang menyenangkan. 1 jam berkeliling perjalanan kami habis niatku intuk melewati jembatan gantung juga surna karena jembatanya sudah lapuk dimakan usia.
Petualangan kami di Telaga Selorejo kami akhiri dengan mampir ke sebuah warung dan membeli beberapa makanan. Yang pastinya masih berasal dari danau tersebut.
Pose imut sayangku saat di puncak Cangar
Pose konyolku saat di puncak Cangar
Tiupan untuk si Dandelion
Berhenti sejenak membeli es degan di alun alun kota Batu
Ramainya alun alun Kota Batu
Tarif angkutan perahu dayung
Suasana nyaman di tengah danau
Mancing mania mantapppp. . .
Pose CB di tengah danau
Mencari sesuap nasi
Mesra mesraan sebelum perjalanan usai
Ikut ikutan dayung
Menu lengkap
Pose dulu yaw sebelum makan
sekian dulu . .
Langganan:
Postingan (Atom)


