Tampilkan postingan dengan label Referensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Referensi. Tampilkan semua postingan

Museum Angkut kota Batu

Pastinya nama tempat wisata ini masih asing di telinga kawan – kawan semua. Yupp taman rekreasi edukasi dari jawa timur park grup yang masih baru buka tepatnya tanggal 9 Maret 2014 lalu.

Tanjung Papuma (Surga di Balik Bukit)

   Papuma, pernah dengar gak istilah satu itu? itu adalah akronim dari "Pasir Putih Malikan" yang kemudian disingkat menjadi PaPuMa.

Wisata Mojokerto

Wisata Religius Makam Troloyo
Dari puluhan situs yang ada di Kab. Mojokerto, ada situs yang dari tahun ke tahun semakin ramai dikunjungi peziarah, yakni Makam Troloyo. Situs ini letaknya di kompleks pemakaman Islam zaman kerajaan Mojopahit di Desa Sentonorejo Kecamatan Trowulan Kab. Mojokerto.

Obyek utamanya adalah Makam Sayyid Muhammad Jumadil Qubro (Syech Jumadil Kubro). Syech Jumadil Kubro adalah kakek dari Sunan Ampel. Beliau adalah ulama dari Persia yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Makamnya pertama kali diberi cungkup oleh tokoh masyarakat setempat bernama KH Nawawi pada tahun 1940.

Di kompleks makam troloyo terdapat dua kelompok makam, yaitu kelompok makam bagian depan, terdiri dari makam Wali Songo dan Kelompok Makam Syech Jumadi Kubro. Kelompok makam inilah yang paling banyak dikunjungi peziarah. Dan kelompok makam bagian belakang terdiri dari dua cungkup, yaitu cungkup pertama makam Raden Ayu Anjasmara dan makam Raden sering disebut sebagai kubur pitu.

Para peziarah itu datang dari dalam da luar Mojokerto, serta ada pula yang datang dari luar Jawa. Peziarah datang ke makam itu berbagai tujuan. Ada yang datang ingin tahu keberadaan Makam Troloyo, ada pula yang datang untuk memberikan doa kepada leluhur Walisongo dengan membacakan ayat-ayat suci Al Quran. Ada pula pezirah yang datang untuk mendapat ilmu relijius dari para leluhur yang berada di makam itu.

Kahumas Pemkab Mojokerto Dra Hj Alfiah Ernawati MM di kantornya mengatakan, Makam Troloyo memang menjadi andalan Kab. Mojokerto sebagai wisata relijius. Semakin tahun jumlah peziarah yang datang ke lokasi itu semakin banyak. Untuk memberikan kenyamanan pada peziarah, Pemkab Mojokerto dan Pemprop Jatim merenovasi komplek makam dan tempat parkir yang ada di kawasan itu.

Menata stan PKL juga telah dilakukan oleh Pemkab Mojokerto, sehingga kondisi itu bisa membuat para peziarah di komplek makam itu terasa nyaman, dan aman. Sehingga peziarah bisa menjalankan ritual religiusnya dengan khusuk.

Pemkab berharap dengan terciptanya kawasan yang nyaman ini nantinya bisa semakin meningkatkan kunjungan wisata di Makam Troloyo terus berlanjut. “Dengan kondisi yang kondusif, nyaman tentu wisatawan akan tertarik kembali mengunjungi Makam Troloyo di lain hari nanti,” katanya.
 tr
Reco Lanang
adalah Arca yang terbuat dari batu andesip dengan ukuran tinggi 5,7 meter ini merupakan gambaran dari perwujudan salah satu Dhani Budha yang disebut Aksobnya yang menguasai arah mata angin sebelah timur. Agama Budha Mahayana mengenal adanya beberapa bentuk kebudhaan yaitu Dhyani Bodhisatwa dan manusi Budhi. Dhyani Budha digambarkan dalam perwujudan Budha yang selalu bertafakur dan berada di langit.
Dengan kekuatannya ia memancarkan seorang manusi Budha yang bertugas mengajarkan dharma di dunia. Tugas manusi budha berakhir setelah wafat dan kembali ke Nirwana. Demi kelangsungan ajaran dharma, Dhyani Budha memancarkan dirinya lagi ke dunia yaitu ke Dhyani Boddhisatwa. Setiap jaman mempunyai rangkaian Dhyani Budha, Boddhisatwa dan Manusi Budha.
Di wilayah Trowulan sekarang sudah banyak pemahat-pemahat yang membuat arca seperti peninggalan kerajaan Majapahit,sehingga tidak sedikit orang dari luar daerah bahkan luar negeri yang memesan patung-patung seperti patung peninggalan dari kerajaan Majapahit.
rc
Pendopo Agung
Mojokerto adalah sebuah bangunan khusus khas nuansa Mojopahit dan sering difungsikan sebagai tempat pertunjukan kesenian, studi tour, lomba, tempat pertemuan dengan suasana yang teduh dan nyaman juga sebagai tempat untuk istirahat/rekreasi. Lokasinya berada di Desa Temon, Kecamatan Trowulan. Tempat tersebut diyakini sebagai pusat kerajaan Majapahit.
Bagian bangunan asli yang masih tersisa dari Pendopo Agung hanya 26 buah umpak (batu penyangga tiang) saja, sedangkan bangunan Pendopo Agung yang sekarang berdiri merupakan bangunan baru. Di pendopo ini pula, diyakini Mahapatih Gajah Mada dahulu mengikrarkan Sumpah Palapa (Palapa kemudian dipakai sebagai nama satelit komunikasi pertama yang ‘menyatukan’ komunikasi di seluruh Indonesia). Di depan Pendopo Agung, di sebelah kiri, terdapat patung sang Mahapatih, dan di depan pendopo terdapat patung Raden Wijaya.
pendop
Tradisi Grebeg Suro Majapahit
adalah tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Suro kalender Saka. Tradisi ini di pelopori oleh Yayasan Among Tani. Rangkaian kegiatannya antara lain : Ziarah ke makam leluhur dan pahlawan, pentas kesenian dan makanan rakyat, grebeg suro (arak-arakan dengan kostum era kejayaan Majapahit dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Tradisi Grebeg Suro secara keseluruhan dimaksudkan sebagai bagian dari ruwat agung (permohonan keselamatan dan kesejahteraan) bagi bumi nusantara.

Seni Bantengan
Kesenian rakyat Bantengan berasal dari Kecamatan Pacet tepatnya di desa Made yang dahulunya merupakan desa yang berdekatan dengan lereng Gunung Welirang. Konon kawasan hutan tersebut banyak hidup bermacam-macam hewan liar termasuk diantaranya Banteng yang saat ini sudah punah. Pada saat itu, seorang penduduk desa Made yang bernama Paimin tengah memasuki hutan dan mendapatkan seonggok kerangka Banteng yang masih lengkap. Kerangka Banteng itu dengan susah payah dibawah pulang dan dibersihkan kemudian ditempatkan di salah satu tempat rumahnya.

Dari kejadian itu Paimin mendapat inspirasi untuk mengenang satwa Banteng dengan sebuah atraksi Atraksi itu dimainkan dua orang, 1 orang didepan memainkan kepala dan sekaligus sebagai kaki depan dan 1orang dibelakang sebagai pinggul sekaligus sebagai kaki belakang. Antraksi gerakannya menggambarkan, gerakan - gerakan dan sikap banteng sewaktu sedang berkelahi. Untuk menyemarakkan atraksi itu dilengkapi dengan musik terbang dan jidor. Dalam atraksi ditampilkan banteng sedang berlaga dengan satwa lain seperti harimau, kera dab burung bahkan mulai dikembangkan dengan kesenian pencak silat dan barongsai. Begitulah cerita singkat seni Bantengan!
index


Sumber lihat disini

Pantai BaleKambang

Assalamualaikum semua ..
Lama tak menulis artikel di blog ini. kasian juga sih gak keurus.
Ya langsung aja ya . .

Tak usah bertele tele. Jika aku harus menjelaskan lagi bagaimana pantai BaleKambang itu. Tentunya udah banyak blog ataupun web site yang menjelaskan dimana dan bagaimana pantai BaleKambang itu. Jadi lebih jelasnya liat di sini aja BaleKambang. Aku sih nulis ini cuma mau pamer pengalamanku berkunjung ke sana bersama pacarku tersayang. Ya ber 2 saja. Meskipun harus menempuh jarak yang jauh dan 10 jam di jalanan hanya untuk menikmati indahnya pantai BaleKambang yang sudah banyak di bicarakan orang. Bermodalkan motor Honda Beat, sebuah smartphone, sebuah tablet, jas ujan dan juga sebotol proman yang kami beli di perjalanan. Tanpa lelah aku memacu motor ke daerah malang selatan.

25 januari 2013. Dengan bimbingan dari google map di tablet kami menyusuri jalan dari Mojokerto - Pasuruan - Malang Kota - Malang selatan. Itu pun kami harus melompati gunung dulu sebelum sampai di daerah pantai serta masuk ke jalanan desa yang sempit dan ada yang sedikit rusak. Rekor terbaru bagi kami 10 jam di jalan dalam sehari. Perjalanan berangkat dari jam 5.30 - 10.30. Dan perjalanan pulang 11.30 - 5.30 yah lebih lama 2 jam karena kami pulangnya memilih lewat batu. Hehehe biar dingin deh hawanya kan romantis . .

Bagaimana langsung saja kita lihat foto foto milik kami . .

 Persiapan sebelum berangkat


 Melintasi pegunungan dahulu


 Tebing yang curam


 Jalanan yang relatif sepi


 Dateng dateng langsung pose


 Jepretanku yang indah


 Alay dikit gak apa apa lha


 Nih foto di fotoin orang loh


 Ini juga


 Kalo yang ini kameranya di taro pager


 Ih..pak ikutan aja ada orang foto


Yah ini yang terakhir

Sekian dulu ceritakali ini.
Nantikan kisah kami selanjutnya ...

SITUS KARANGKAMULYAN



Situs Karangkamulyan adalah sebuah situs purbakala bersejarah dan situs arkeologi yang terletak di Desa Karangkamulyan, Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia. Situs ini merupakan peninggalan dari zaman Kerajaan Galuh yang bercorak Hindu-Buddha.


 

Legenda situs Karangkamulyan

Legenda situs Karangkamulyan berkisah tentang Ciung Wanara yang berhubungan dengan Kerajaan Galuh. Cerita ini banyak dibumbui dengan kisah kepahlawanan yang luar biasa seperti kesaktiandan keperkasaan yang tidak dimiliki oleh orang biasa namun dimiliki oleh Ciung Wanara.
Kisah Ciung Wanara merupakan cerita tentang Kerajaan Galuh (zaman sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit dan Pajajaran). Tersebutlah raja Galuh saat itu Prabu Adimulya Sanghyang Cipta Permana Di Kusumah dengan dua permaisuri, yaitu Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep. Mendekati tibanya ajal, sang Prabu mengasingkan diri dan kekuasaan diserahkan kepada Patih Bondan Sarati karena Sang Prabu belum mempunyai anak dari permaisuri pertama (Dewi Naganingrum). Singkat cerita, dalam memerintah Raja Bondan hanya mementingkan diri sendiri, sehingga atas kuasaTuhan Dewi Naganingrum dianugerahi seorang putera, yaitu Ciung Wanara yang kelak akan menjadi penerus resmi kerajaan Galuh yang adil dan bijaksana.

Struktur lokasi

Kawasan yang luasnya kurang lebih 25 Ha ini menyimpan berbagai benda-benda yang diduga mengandung sejarah tentang Kerajaan Galuh yang sebagian besar berbentuk batu. Batu-batu ini letaknya tidaklah berdekatan tetapi menyebar dengan bentuknya yang berbeda-beda. Batu-batu ini berada di dalam sebuah bangunan yang strukturnya terbuat dari
tumpukan batu yang bentuknya hampir sama. Struktur bangunan ini memiliki sebuah pintu sehingga menyerupai sebuah kamar.
Batu-batu yang ada di dalam struktur bangunan ini memiliki nama dan menyimpan kisahnya sendiri, begitu pula di beberapa lokasi lain yang berada di luar struktur batu. Masing-masing nama tersebut merupakan pemberian dari masyarakat yang dihubungkan dengan kisah atau mitos tentang kerajaan Galuh seperti ; pangcalikan atau tempat duduk, lambang peribadatan, tempat melahirkan, tempat sabung ayam dan Cikahuripan.
Situs Karangkamulyan terletak di daerah berhawa sejuk dan telah dilengkapi dengan areal parkir yang luas dengan pohon-pohon besar.
Setelah gerbang utama, situs pertama yang akan dilewati adalahPelinggih (Pangcalikan). Pelinggih merupakan sebuah batu bertingkat-tingkat berwarna putih serta berbentuk segi empat, termasuk ke dalam golongan Yoni (tempat pemujaan) yang letaknya terbalik, digunakan untuk altar. Di bawah Yoni tersebut terdapat beberapa buah batu kecil yang seolah-olah sebagai penyangga, sehingga memberi kesan seperti sebuah dolmen (kubur batu). Letaknya berada dalam sebuah struktur tembok yang lebarnya 17,5 x 5 meter.



Sanghyang Bedil

Tempat yang disebut "Sanghyang Bedil" merupakan suatu ruangan yang dikelilingi tembok berukuran 6.20 x 6 meter. Tinggi tembok kurang lebih 80 cm. Pintu menghadap ke arah utara, di depan pintu masuk terdapat struktur batu yang berfungsi sebagai sekat (schutsel). Di dalam ruangan ini terdapat dua buah menhir yang terletak di atas tanah, masing-masing berukuran 60 x 40 cm dan 20 x 8 cm.
Bentuknya memperlihatkan tradisi megalitik. Menurut masyarakat sekitar, "Sanghyang Bedil" dapat dijadikan pertanda datangnya suatu kejadian, terutama apabila di tempat itu berbunyi suatu letusan, namun sekarang pertanda itu sudah tidak ada lagi.

Penyabungan Ayam

Tempat ini terletak di sebelah selatan dari lokasi "Sanghyang Bedil", kira-kira 5 meter jaraknya, dari pintu masuk yakni berupa ruang terbuka yang letaknya lebih rendah. Masyarakat sekitar situs menganggap tempat ini merupakan tempat sabung ayam Ciung Wanara dan ayam raja. Di samping itu merupakan tempat khusus untuk memlih raja yang dilakukan dengan sistem demokrasi

Lambang Peribadatan

Batu yang disebut sebagai "Lambang Peribadatan" merupakan sebagian dari kemuncak, tetapi ada juga yang menyebutnya sebagai fragmen candi, masyarakat menyebutnya sebagai stupa. Bentuknya indah dihiasi oleh pahatan-pahatan sederhana yang merupakan peninggalan Hindu. Letak batu ini berada di dalam struktur tembok yang berukuran 3 x 3 m, tinggi 60 cm. Batu kemuncak ini ditemukan 50 m ke arah timur dari lokasi sekarang. Di tempat ini terdapat dua unsur budaya yang berlainan yaitu adanya kemuncak dan struktur tembok. Struktur tembok yang tersusun rapi menunjukkan lapisan budaya megalitik, sedangkan kemuncak merupakan peninggalan agama Hindu.

Panyandaran

Terdiri atas sebuah menhir dan dolmen, letaknya dikelilingi oleh batu bersusun yang merupakan struktur tembok. Menhir berukuran tinggi 120 cm, lebar 70 cm, sedangkan dolmen berukuran 120 x 32 cm. Menurut cerita, tempat ini merupakan tempat kelahiran Ciung Wanara. Di tempat itulah Ciung Wanara dilahirkan oleh Dewi Naganingrum yang kemudian bayi itu dibuang dan dihanyutkan ke sungai Citanduy. Setelah melahirkan Dewi Naganingrum bersandar di tempat itu selama empat puluh hari dengan maksud untuk memulihkan kesehatannya setelah melahirkan.

Cikahuripan

Di lokasi "Cikahuripan" tidak terdapat tanda-tanda adanya peninggalan arkeologis. Tetapi merupakan sebuah sumur yang letaknya dekat dengan pertemuan antara dua sungai, yaitu sungai Citanduy dan sungai Cimuntur. Sumur ini disebut "Cikahuripan" karena dianggap berisi air kehidupan (dimana air dipercaya sebagai lambang kehidupan). Sumur ini merupakan sumur abadi karena airnya tidak pernah kering sepanjang tahun.

Makam Adipati Panaekan

Di lokasi Makam Adipati Panaekan ini tidak terdapat tanda-tanda adanya peninggalan arkeologis. Tetapi merupakan batu yang berbentuk lingkaran bersusun tiga, yakni merupakan susunan batu kali. Dipati Panaekan adalah raja Galuh Gara Tengah yang berpusat di Cineam dan mendapat gelar Adipati dari Sultan Agung Raja Mataram.


Penyelidikan situs

Menurut penyelidikan tim arkeologi dari Balar yang dipimpin oleh Dr Tony Jubiantoro pada tahun 1997, situs Karangkamulyan merupakan peninggalan Kerajaan Galuh yang pertama. Bahwasanya di tempat ini pernah ada kehidupan mulai abad ke 9 disimpulkan karena dalam penggalian telah ditemukan keramik dari zaman Dinasti Ming. Situs ini terletak di antara kota Ciamis dan kota Banjar, jaraknya sekitar 17 km ke arah timur dari kota Ciamis atau dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar 30 menit.
Situs ini juga dapat dikatakan sebagai situs yang sangat strategis karena berbatasan dengan pertemuan dua sungai yakni Sungai Citanduy dan Cimuntur, dengan batas sebelah utara adalah jalan rayaCiamis-Banjar, sebelah selatan sungai Citanduy, sebelah barat merupakan sebuah parit yang lebarnya sekitar 7 meter membentuk tanggul kuno, dan batas sebelah timur adalah sungai Cimuntur.
Karena merupakan peninggalan sejarah yang sangat berharga, akhirnya kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya oleh Pemerintah Indonesia.

Sebagai obyek wisata

Walaupun tidak ditetapkan sebagai obyek wisata, situs ini terbuka untuk pengunjung umum. Di samping mengelilingi situs, para pengunjung situs dapat menemui puluhan warung makan dengan menu khas lokasi tersebut, yaitu pepes ayam, pepes ikan mas dan buah kelapa.


Pantai Delegan

Setelah sekian lama ku anggurin nih gua punya blog, akhirnya hasrat menulis sebuah hal yang berguna muncul dalam benakku. Bukan hanya curhatan gak mutu yang hanya bisa buat tidur orang2 yang buka blog gua. Tapi gua juga pengen memberi manfaat dari blog gua ini.

Kali ini gua akan memberikan sebuah referensi tempat liburan yang cocok bagi para muda mudi maupun keluarga. Yak... ini adalah Wisata Segoro Indah Delegan, atau lebih umum di sebut WISID. Namanya juga segoro yang pasti isinya pantai dung. Pantai yang terletak di kecamatan Panceng Gresik ini memiliki sejuta pesona wisata. Baik dari segi panorama maupun segi suasana. Kalo di simpulin sih jawabannya bagus pokoknya.

Pantai yang bersih serta fasilitas yang sudah mendukung menambah nilai plus untuk pantai ini. Sebaiknya bagi para muda mudi jika ingin memadu kasih di tempat yang so sweet ya di sini, tapi jangan pas hari libur ya.. soalnya bakal rame buanget. Kalau gak hari libur sih bisa kayak gini . .



Atau

 

Tapi kalau lagi hari libur atau hari besar gak bakalan dapet deh suanana lengang dan romantis. Adanya malah kayak gini, bejubel, penuh sesak..




Tapi gak usah kecewa begitu. Masih banyak kegembiraan yang bisa kalian raih di sana. Kalian masih bisa berenang dan menyewa ban atau perahu.



Atau bermain KaNo . .


Bahkan flying fox . .


Baiklah kalau begitu, selamat mencoba dan menikmati wisata kalian. Thanks . .
 


Telaga Selorejo

Wahh akhirnya sekulah aku libur, meskipun hanya 2 hari (termasuk hari minggu kemaren). Semua itu berkat para adik yang sedang melakukan tes penyaringan aksel di sekulahku. Sejak jauh jauh hari sebelum hari H yang aku dan kekasihku tercinta telah susun dengan agak matang. Makhlumlah masih amatiran sebagai seorang traveler.

Hari H pun tiba, sejak pagi aku sudah bersiap untuk bertemu pacarku dan segera mengajaknya untuk menghabiskan hari libur ini hanya denganya seorang. Tempat yang menjadi lokasi untukku dan kekasihku memadu kasih adalah Telaga Selorejo. Telaga yang berada di kabupaten Malang ini cukup menarik perhatian kami. Setelah jam pukul 8 kami segera memacu kendaraan untuk segera menuju lokasi dengan berbekal Nekat serta sebuah JPS kami menyusuri jalanan kecil lewat daerah pacet, mojokerto.
Cuaca cukup cerah saat itu, dengan sedikit candaan yang selalu menghiasi setiap mil jarak yang kami tempuh. Aku tetap semangat memacu motor kecil ini. Sekitar 2 jam kami sampai di alun alun kota BATU. Sekedar meregangkan otot dan untuk membeli sebungkus es degan. Kami melanjutkan perjalanan ke arah jalan Malang-Kediri. 1 jam kemudian ada penanda jalan yang menunjukkan bahwa kami sampai di lokasi.

Keadaan di lokasi Telaga Selorejo saat itu tidak begitu ramai. Kami turun dan menuju ke telaga, belum sampai telaga seorang penunggang perahu menawariku untuk ikut dalam tour perjalanan perahunya. Aku menawari pacarku dan ia setuju saja. Berkeliling danau ber2 dengan pasangan memang suatu hal yang menyenangkan. 1 jam berkeliling perjalanan kami habis niatku intuk melewati jembatan gantung juga surna karena jembatanya sudah lapuk dimakan usia.

Petualangan kami di Telaga Selorejo kami akhiri dengan mampir ke sebuah warung dan membeli beberapa makanan. Yang pastinya masih berasal dari danau tersebut.


 Pose imut sayangku saat di puncak Cangar

Pose konyolku saat di puncak Cangar

 Tiupan untuk si Dandelion

 Berhenti sejenak membeli es degan di alun alun kota Batu

 Ramainya alun alun Kota Batu

 Tarif angkutan perahu dayung

 Suasana nyaman di tengah danau


 Mancing mania mantapppp. . .

 Pose CB di tengah danau

 Mencari sesuap nasi

 Mesra mesraan sebelum perjalanan usai

 Ikut ikutan dayung

 Menu lengkap


 Pose dulu yaw sebelum makan


sekian dulu . .